Month: September 2013

sholat di kolong mal

tulisan saya yang lama, reblog.

entah untuk yang keberapa kalinya saya berkunjung di tempat yang seperti ini.dan diantara semua kunjungan ke tempat yang mirip dan diserupakan dengan tempat ini saya mempunya benang merah.bukan karena saya pernah membaca sebuah tulisan yang mirip seperti ini dan berusaha menyambung-menyambungnya.

ah sudahlah, setidaknya tulisan yang saya tulis ini bermanfaat untuk saya sendiri.sepertinya keluh kesah saya cukup bodoh. bisa dibilang mencari gula di tengah ladang garam.

tower

menara masjid raya sidoarjo

saya selalu kesulitan setiap kali saya hendak mencari sebuah tempat untuk menunaikan tugas saya sebagai manusia. shalat. dari beberapa tempat yang saya kunjungi, kebanyakan (meskipun ada beberapa yang tidak termasuk) terpencil, di sembunyikan dan tidak dianggap. pengap, kecil, antri dan tidak manusiawi. cukup ironis mungkin, diantara kemegahan bangunan bertingkat, baru, mewah dan gemerlap itu. justru tempat penting itu harus “eksis” dengan seadanya.

senja di atas masjid

terpojok di antara parkiran mobil, sempit dan pengap, dan alhamdulilah nya/untung nya. tempat itu masih ada, meskipun kebanyakan memprihatinkan. apa repotnya membuat tempat itu sedikit lebih layak, dengan mengambil beberapa meter persegi bagian luas dari mall tersebut . mungkin karena tempat tersebut tidak mendatangkan keuntungan, dibandingkan dengan tempat parkir, stand-stand, atau gerai yang menjadi inti mall tersebut. sehingga tempat tersebut adalah hal sekian yang terpikirkan ketika mereka membangun mall tersebut. nantilah kalau ada ruang kosong yang tersedia. dan itu di sempilkan di antara mobil.

mungkin juga tempat tersebut, di anggap sebagai sesuatu yang asing, musuh laten yang harus disingkirkan ketika orang diharapkan untuk melupakan akal sehatnya saat masuk mall?ketika orang dikondisikan untuk lupa dengan waktu, keadaan, dan kesadarannya menikmati kemegahan dunia dengan gemerlapnya. mungkin bukan saya saja yang merasakan hal tersebut, tapi entah mengapa semua seolah-olah diam. toh itu juga buat anda sekalian atau mungkin kita sepakat untuk membedakan urusan dunia dunia dengan urusan akhirat, baik dalam bentuk, pikiran, tempat, hingga tingkah laku kita? atau saya sendiri yang punya persepsi salah, punya persepsi yang terlalu sensitif berbeda dengan orang lain?

tidak harus besar, dingin, mewah dan penting. tapi setidaknya mereka sadar, mereka mendirikan bangunan di tengah negara dengan penduduk Islam terbesar.

saya lebih senang shalat di masjid kampung-kampung. rumah orang-orang kampung bisa dibilang sederhana.namun masjid kampung mereka lebih mewah dibandingkan dengan rumah mereka. cinta mereka kepada tuhan tidak sesederhana rumah mereka.

 

Advertisements

sehari di malang, mampir kebun teh wonosari lawang.

oke, karena beberapa hari galau karena tidak adanya kegiatan pasti di Surabaya, dan galau karena tidak adanya partner nongkrong ngopi di surabaya. diputuskan untuk mbolang ke kota malang. mumpung sendiri. sekalian ada beberapa urusan sambil bernostalgia ketika dulu masih muda dan bujang. hahaha. i, dan ternyata harus berangkat agak siangan. karena jalur ini jalur yang sering saya lewati ketika saya jobless selepas lulus kuliah, baik menggunakan motor jadul si panda astrea prima, ataupun bus. jalur masa depan. karena jalur ini saya berkali kali mendatangi acara job fair di surabaya, panggilan interview kerja, hingga acara “dinas keluar kota” menyambangi mantan pacar. 🙂

namun ini adalah kali pertama si acan melewati jalur ini. tidak ada kendala berarti, jalanan cukup ramai lancar. beberapakali istirahat untuk minum, sampai di kota malang karena bingung tidak punya tujuan akhirnya motor langsung meluncur ke kampus UM, shalat duhur, sekaligus tiduran menunggu asar tiba. sekalian melihat suasana kampus tercinta. halah.

sore hingga malamnya, saya habiskan dengan ngobrol dan ngopi di warung daerah sigura-gura hingga malam. nikmatnya hidup ini, bisa berkumpul dengan kawan lama, dengan ditemani kopi susu. acara ngopi harus di sudahi karena teman ke esokan paginya harus bekerja.

kebun teh wonosari

kesokan paginya setelah mengisi perut di warung dekat ex kost dulu. perjalanan pulang dilanjutkan. dan rencana untuk mampir ke kebun teh wonosari lawang malang. setelah mengisi bensin dan sholat di spbu singosari. motor langsung meluncur ke arah lawang. untuk menuju ke tempat lokasi kebun teh ini, cukup mudah. dari arah malang, sebelum pasar lawang tepat di depan stasiun lawang ada jalan ke kiri. kalau dari arah surabaya stelah melewati jembatan lawang, pasar lawang, belok kekanan. ada petunjuk arah yang jelas. jalur menuju ke kebun teh cukup mudah, jalan cukup halus, sedikit menanjak. bagi anda yang ingin kesini, anada juga dapat menggunakan angkutan desa warna biru SLKW.

acan on action

ini adalah kali ketiga saya mampir ke tempat ini. setelah masuk, dan membayar tiket masuk Rp. 8000 per orang dan Rp. 2000 untuk karcis motor. saya segera menuju ke atas. saya sempat kecewa, karena ketika saya datang tampak pohon teh di area bawah dipotongi. namun untuk pohon teh di atas tetap hijau asri. cukup sepi, karena ini adalah hari efektif, sempat berputar putar dan beberapakali menemukan pasangan muda berpacaran, dan  orang yang sedang melakukan foto prawed. istirahat sebentar, minum dan mengambil beberapa foto untuk keperluan dokumentasi. tidak lama, saya bergegas meluncur kembali ke surabaya. perjalanan cukup lancar, hingga tiba di surabaya pukul 3 sore.

diantara pohon teh   kebuh teh 1  kebuh teh 2

next artikel, madura im in love.

astrea prima , witing tresno jalaran soko kulino.

bagi sebagian orang, motor ini tidak menarik. namun saya tertarik. orang jawa bilang “witing trisno jalaran soko kulino, lan ora ono” suka karena terbiasa, dan tidak ada yang lain. haha :D. pada awalnya saya pasrah mendapat warisan motor ini. karena tidak ada lagi. saya mendapatkannya ketika kuliah semeter satu di kota Malang. karena hanya ini satu satunya motor yang ada dirumah dan diberikan kepada saya dan bersyukur mendapat kendaraan untuk mobilitas selama kuliah di malang.

on board waduk selorejo malang

on board waduk selorejo malang

perasaan pertama punya motor ini? biasa saja, minder? jelas ada. ya secara anak muda naiknya motor jadul. haha. namun saya masih bersyukur, dan senang karena saya mendapatkan motor pertama saya. ini adalah motor kedua, motor sebelumnya juga sama honda astrea prima engkel kepunyaan kakak.. semua beli second pula. dan motor yang ketiga pun beli astrea prima lagi. sampai sampai ada teman bapak yang nyletuk “kyok gak onok motor liyane astrea prima to pak?”

bersyukur punya motor, dan nikmati saja. seiring berjalannya waktu wting trisno jalaran soko kulino muncul. bersyukur karena mendapatkan kondisi motor yang cukup lengkap dan terawat, aksi merawat dan melengkapi motor pun di mulai. pelek mulai diganti dengan pelek almu variasi. spion, hingga knalpot. dan yang paling sering seminggu sekali di cuci. entah kenapa saya risih dengan motor kotor. sebenarnya masih banyak jenis motor ini di jalanan, tapi sayangnya kebanyakan sudah hancur, dan tidak terawat.

pertama saya tidak percaya ketika kakak sepupu ngomong, motor ini banyak yang suka, banyak yang cari. irit dan bandel. dan akhirnya saya membuktikan. dimulai ketika saya parkir di area parkir kampus, tukang parkir yang bapak-bapak itu bertanya, motore sampeyan jik apik mas? tukang parkir di atm, prima tahun berapa mas? dijual gak?. tukang jualan nasi goreng di dekat kos, motore sampeyan mas? jik utuh (lengkap). hingga waktu servis, motore sampeyan jik wungkul. eman eman mas, di rumat ae. pak kost juga sempat menawar, barangkali dijual, di tawarkan ke saya saja.

on board payung batu malang

on board payung batu malang

dan ketika saya membuat artikel di blog kakak saya,  banyak komentar, dan banyak teman, atau saudara yang bertanya, karena gambar yang di pakai pun sering di pakai oknum tidak bertanggung jawab di forum jual beli. bandel dan irit, saya membuktikan. mungkin karena part motor ini masih di rakit oleh pt federal motor (cikal bakal AHM di Indonesia) dan masih made in japan.

@ gunung kelud

@ gunung kelud

meskipun tidak secepat, dan sebagus motor sekarang. setidaknya saya bersyukur mempunyai motor yang mulai langka dan dicari banyak orang. mesin mogok, rewel, kepanasan, ngadat, part susah anggap saja sebagai bagian dari kenikmatan merawat motor. banyak kenangan yang tersimpan, mulai dari warisan almarhum ayah saya. menemani saya mengejar gelar sarjana, membonceng pujaan hati,  menemani masa pengangguran selepas saya lulus, mengantar saya mencari kerja. ah, banyak sudah pengalaman yang tersimpan.

makin tua makin menjadi, bagi anda yang punya motor lawas, jangan di jual. salam jadul, salam prima.