Month: October 2013

explore talango island sumenep madura. part1 gagal.

mencari tempat baru di sekitaran kota sumenep madura, karena si nyonya kebetulan juga dinas di sini. sebelumnya mendapat info dari rekan-rekan kerja tempat-tempat yang bisa dikunjungi sekitaran sumenep. pulau talango berada di sebelah timur pulau madura. talango terkenal dengan wisata religi, yaitu adanya makam/petilasan syeh Yusuf. pulau ini cukup dekat, dari kota sumenep kita menuju ke arah timur melewati jalur terminal, atau jalur yang melewati lapangan udara sumenep menuju pelabuhan kalianget yang ditempuh hanya 20 menit. pulau talango terletak di timur hanya berjarak ratusan meter dari pulau madura.

  pt garam persero. kalianget  sumenep dan kepulauan

pulau talango di seberang

sebenarnya secara resmi pulau ini bernama pulau poteran,namun orang banyak mengenal dengan nama pulau talango. karena talango merupakan wilayah paling barat, (paling dekat dengan pulau madura/sumenep). dari pelabuhan kalianget menyebrang menggunakan kapal penyebrangan dengan membayar seribu rupiah per orang, dan seribu per motor., atau menggunakan kapal kecil milik nelayan dengan biaya sedikit lebih mahal .

sampan penyebrangan  selamat datang talango

percobaan pertama. gagal
(more…)

bebek pedas paterongan galis bangkalan

jumat pagi setelah sarapan, saatnya berangkat mengembailkan pinky betty ke sumenep. sebelumnya rencana motor hendak di balik nama. namun urung dilakukan. halah. ya wes lah. setelah isi penuh pertamax perjalanan dilanjutkan. jalan cukup sepi bosan, aksi gas pol dilakukan karena jalan selepas suramadu yang lurus, mulus dan sepi. *jangan ditiru! dengan ancang-ancang yang panjang dan aksi mengurut gas, plus merunduk. kecepatan top speed beety hanya 105 on speedo. “ingat on speedo”

warung bebek pedas paterongan galis  bungkus daun pisang

sempat lupa ketika melewati warung bebek karena keasyikan menyiksa si betty ini sehingga harus balik arah. beberapa kali mencoba yang sebelumnya mendapat rekomendasi dari nyonya dan kawan yang sering mampir. untuk anda yang dari arah surabaya, warung ini terletak di sebelah kiri jalan. (setelah baliho hatta rajasa *gak penting) dan sebelum hutan jati. warung nya cukup mudah ditemukan dengan warna oranye branding minuman teh. berapa di atas bukit. bagi anda yang menggunakan mobil. parkir agak susah karena tempat parkir yang tidak begitu luas.

warung bebek

bebek bumbu hitam dengan sambel pedas ini dihargai 15ribu perporsi. dengan bungkus daun pisang, menambah cita rasa bebek ini. hmm… pertama kali mencicipi bebek ini yang bawakan nyonya dengan bumbu pedas lombok hijau, tapi entah kenapa yang kedua kalinya bumbu pedasnya berwarna hitam. bagi saya, bumbu pedasnya kurang pedas. cukup lah. bagi anda penggemar masakan bebek dan pedas, ingin mencoba alternatif lain atau kebetulan lewat. warung ini bisa di coba.

kalo menurut saya lumayan lah. “beda lidah. beda selera”

madura part #2. icip-icip kuliner sekaligus pulang

hari sabtu pagi, nyonya mengajak sarapan nasi campor khas sumenep. warung kecil sederhana ini tidak mudah ditemukan, karena tempatnya cukup tersembunyi. KH Zainal Arifin. ke arah barat masuk gang, perempatan belok kanan. tepat di belakang pondok. makanan khas madura dengan irisan lontong, dengan kuah santan, dengan campuran bumbu kacang, bihun, dan potongan kecil daging plus korket bisa dinikmati dengan harga 5000 rupiah saja, kalau mau bisa dengan menambah irisan daging lebih mahal 1000. buka jam 6 pagi.

warung nasi campor   nasi campor

setelah bersiap, si pinky betty saya arahkan menuju kota surabaya. sebelumnya nyonya mengajak mencicipi sate bluto yang katanya maknyus. tanjakan saronggi bluto,honda beat masih bisa berlari meskipun sedikit dengan ancang2 yang agak panjang, namun cirikhas akselerasi beat yang ringan , kecil enak di ajak berlari. tempat sate ini sedikit tersembunyi, bagi anda yang dari arah sumenep, tempatnya berada di sebelah kiri jalan setelah kantor kecamatan sebelum kantor pos bluto. harga 25rb per 10 tusuk, 5rb untuk gulai. hmm, maknyuss.

sate bluto sumenep

setelah kenyang, perjalanan ke barat dilanjutkan. jalan yang relatif lurus, sepi dan mulus. menggoda untuk membuka gas dalam dalam, kecepatan rata 60-80 on speedo. namun hati-hati karena banyak penduduk yang menyebrang sewaktu waktu dan tanpa aba-aba. jalan yang panjang dan cenderung datar membuat perjalanan bosan, sesekali melihat laut di sisi kiri. setelah memasuki kawasan sampang motor di belokkan menuju dermaga kosong, yang sebelumnya hanya lewat menggunakan bis, travel. kali ini di niatkan untuk mampir dan foto2. banyak menjumpai orang yang memancing, dan beberapa pasang muda mudi yang asik berpacaran. stelah dirasa cukup untuk istirahat dan foto-foto, perjalanan dilanjutkan kembali.

dermaga

tak lupa mampir di tanah datar. sebuah tanah datar lapang kosong luas yang terdapat di pinggir pantai. di tengahnya terdapat sebuah tempat untuk menyelenggarakan karapan. motor dibelokkan dan baru terasa bahwa tanah ini cukup luas dan sengaja di urug, karena di sekitar itu terdapat pangkalan pertamina. mungkin untuk depo pertamina yang belum dibangun. karena cuaca yang panas setelah mengelilingi dan foto-foto perjalanan dilanjutkan kembali. suspensi beat yang empuk cukup berhasil meredam ganasnya jalan bukit galis dan hutan jati meskipun dengan konsekuensi limbung. sempat hendak mampir untuk membeli bebek pedas peterongan galis, namun di urungkan. next artikel saya bahas.  tanah datar  luas datar

berhenti sebentar di jembatan suramadu karena bokong panas, gara-gara jok beat yang kecil dan selimut yang cukup keras. karena keseringan pake tiger. body beat yang kecil sangat menyenangkan untuk dimainkan dan dikendalikan. overall pinky betty nyaman, karena kecil, mudah di kendalikan, dan ini mainan kecil yang menyenangkan. meskipun kapasitas tangki yang kecil, jadi sering haus. perjalanan sumenep – surabaya 4 jam = sukses.

madura #part 1. bercengkrama dengan damri

pagi hari harus berangkat ke pulau madura, karena harus mengambil motor untuk balik nama. angkot biru dongker jurusan mulyosari – keputih term bratang. dilanjutkan dengan bis kota dari bratang ke bungurasih. bagi anda yang sering menggunakan angkutan bis kota ini akan merasakan ketidak nyamanan. bis kota alakadarnya, dan tidak adanya bis kota ac untuk jurusan bungurasih – bratang menambah ketidaknyamanan, namun untungnya trayek yang dilalui bis kota ini cukup dekat, dan tidak banyak berhenti di terminal bayangan.

terminal bungurasih

suasana terminal bungurasih cukup sepi, karena pagi dan bukan hari liburan. sedikit info bagi anda, banyak perubahan di terminal purbaya bungurasih kebanggan warga jatim ini. tempat keberangkatan bis kota yang dulu sempat di pindah ke bagian bis antar kota karena di renovasi kini sudah diperbaiki dan cukup nyaman. sedangkan selter bis antar kota sudah jadi, dengan bis patas menempati shelter bagian barat, dan bus atb/ekonomi di sebelah timur. ruang tunggu lama masih dalam perbaikan. bagian bis patas jurusan madura kosong, bis ekonomi terlihat akas green bumel. niat tetap mencari yang dingin-dingin. lalu muncullah bis damri atb jurusan malang -surabaya – madura di jalur ekonomi. sip! sengaja mencari tempat duduk di deretan belakang. bis dengan label pemerintah ini cukup memprihatinkan. dengan mesin hino rkt (cmiiw) dan body slendang setra.
dengan ac yang sesekali tercium bau tidak sedap, body yang sudah tidak layak. ah sudahlah, dinikmati saja. mungkin karena saya penumpang jurusan barat yang terlalu di manja dengan bis-bis bagus. uang 50ribu saya serahkan, dengan kembalian 10 ribu. namun entah kenapa saya tidak mendapatkan potongan karcis, begitu juga banyak penumpang yang lain. sarkawi? entahlah… saya sempat ragu, karena nantinya akan melewati beberapa tanjakan. bis melaju cukup kencang di tol, sempat berhenti lama di perak dan melanjutkan perjalanan melewati suramadu.

suasana dalam kabin  damri 2

 

ketika melewati tanjakan di bukit galis, bis meraung cukup kencang. ternyata deru mesin hino rkt bisa melewati tanjakan bukit. sempat terhalang beberapa pasar tumpah di tanah merah dan blega. penumpang bis mulai banyak yang turun jrengik, torjun, Sampang. dan bis berhenti cukup lama ketika di terminal pamekasan. saya baru sadar ternyata penumpang tinggal 12 orang.
tinggal beberapa orang saja yang menuju kota sumenep, kota paling ujung di pulau madura. bis berbodi slendang setra ini cukup terengah engah ketika jalan sedikit menanjak melewati ponpes al- amin menuju bluto- saronggi sekaligus tanda bahwa sebentar lagi sampai di kota sumenep. setelah melewati saronggi jalanan menurun tampak di kajauhan terlihat hamparan tambak garam di kanan kiri jalan. dan sebentar lagi sampai di kota sumenep. tak lupa mengirimkan pesan, bahwa saya hendak sampai tujuan. saya memutuskan untuk turun di per tigaan sebelum masuk terminal. menunggu beberapa menit, nyonya datang menjemput.

meskipun mesin dan body lawas, bisa lumyan diandalkan. karena jarangnya bis ac maduraan.

next, wisata kuliner madura. dan kembali ke surabaya..