madura #part 1. bercengkrama dengan damri

pagi hari harus berangkat ke pulau madura, karena harus mengambil motor untuk balik nama. angkot biru dongker jurusan mulyosari – keputih term bratang. dilanjutkan dengan bis kota dari bratang ke bungurasih. bagi anda yang sering menggunakan angkutan bis kota ini akan merasakan ketidak nyamanan. bis kota alakadarnya, dan tidak adanya bis kota ac untuk jurusan bungurasih – bratang menambah ketidaknyamanan, namun untungnya trayek yang dilalui bis kota ini cukup dekat, dan tidak banyak berhenti di terminal bayangan.

terminal bungurasih

suasana terminal bungurasih cukup sepi, karena pagi dan bukan hari liburan. sedikit info bagi anda, banyak perubahan di terminal purbaya bungurasih kebanggan warga jatim ini. tempat keberangkatan bis kota yang dulu sempat di pindah ke bagian bis antar kota karena di renovasi kini sudah diperbaiki dan cukup nyaman. sedangkan selter bis antar kota sudah jadi, dengan bis patas menempati shelter bagian barat, dan bus atb/ekonomi di sebelah timur. ruang tunggu lama masih dalam perbaikan. bagian bis patas jurusan madura kosong, bis ekonomi terlihat akas green bumel. niat tetap mencari yang dingin-dingin. lalu muncullah bis damri atb jurusan malang -surabaya – madura di jalur ekonomi. sip! sengaja mencari tempat duduk di deretan belakang. bis dengan label pemerintah ini cukup memprihatinkan. dengan mesin hino rkt (cmiiw) dan body slendang setra.
dengan ac yang sesekali tercium bau tidak sedap, body yang sudah tidak layak. ah sudahlah, dinikmati saja. mungkin karena saya penumpang jurusan barat yang terlalu di manja dengan bis-bis bagus. uang 50ribu saya serahkan, dengan kembalian 10 ribu. namun entah kenapa saya tidak mendapatkan potongan karcis, begitu juga banyak penumpang yang lain. sarkawi? entahlah… saya sempat ragu, karena nantinya akan melewati beberapa tanjakan. bis melaju cukup kencang di tol, sempat berhenti lama di perak dan melanjutkan perjalanan melewati suramadu.

suasana dalam kabin  damri 2

 

ketika melewati tanjakan di bukit galis, bis meraung cukup kencang. ternyata deru mesin hino rkt bisa melewati tanjakan bukit. sempat terhalang beberapa pasar tumpah di tanah merah dan blega. penumpang bis mulai banyak yang turun jrengik, torjun, Sampang. dan bis berhenti cukup lama ketika di terminal pamekasan. saya baru sadar ternyata penumpang tinggal 12 orang.
tinggal beberapa orang saja yang menuju kota sumenep, kota paling ujung di pulau madura. bis berbodi slendang setra ini cukup terengah engah ketika jalan sedikit menanjak melewati ponpes al- amin menuju bluto- saronggi sekaligus tanda bahwa sebentar lagi sampai di kota sumenep. setelah melewati saronggi jalanan menurun tampak di kajauhan terlihat hamparan tambak garam di kanan kiri jalan. dan sebentar lagi sampai di kota sumenep. tak lupa mengirimkan pesan, bahwa saya hendak sampai tujuan. saya memutuskan untuk turun di per tigaan sebelum masuk terminal. menunggu beberapa menit, nyonya datang menjemput.

meskipun mesin dan body lawas, bisa lumyan diandalkan. karena jarangnya bis ac maduraan.

next, wisata kuliner madura. dan kembali ke surabaya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s