explore talango sumenep. #2. pantai ponjuk barat.

setelah sebelumnya gagal menemukan pantai yang kami cari, rasa penasaran kami muncul lagi. setelah mendapatkan info dari rekan kerja nyonya dan teman -teman bahwa ada spot lain yang cukup dekat di pulau talango yang bisa dikunjungi. tanpa pikir panjang, rencana ke talango part #2 di rencanakan. sama seperti sebelumnya kita berangkat siang selepas shalat dhuhur. karena harus menunggu selesai bertugas.

nyebrang kapal

 

sama seperti sebelumnya, kami berangkat menuju pelabuhan kalianget sumenep untuk berangkat menyebrang. tanpa menunggu lama kapal penyebrangan datang sedang membongkar muatan. kami segera bergegas masuk sebelum kehabisan tempat. setelah memutar motor kami mencari tempat duduk, (fyi, kapal penyebrangan ini hanya memiliki satu pintu masuk, jadi kendaraan roda empat, truk harus mundur ketika masuk kapal)  menikmati suasana kapal dan sesekali bertanya pada penduduk sekitar mengenai pantai yang akan kami kunjungi. namun ternyata kami tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.

setelah turun dari penyebrangan, segera bergegas melanjutkan perjalanan kembali. tak jauh dari tempat turun kapal, dari info yang kami dapatkan jalan pertigaan pertama belok kanan, segera mengarahkan si pinky beety ke selatan (melewati daerah makam / petilasan syeh yusuf) jalanan aspal namun banyak terkelupas, bolong disana sini. beat yang kecil, suspensi empuk membuat perjalanan cukup nyaman. nyaman cong!. karena kami trauma kesasar, karena malu bertanya. sesekali bertanya kepada penduduk sekitar. . kita diarahkan untuk lurus saja mengikuti jalan.

tak lama kemudian kami sudah melihat laut, kebetulan ada sebuah gubuk yang tidak terpakai. kami manfaatkan untuk duduk sejenak, dan minum untuk melepas dahaga yang cukup menyiksa. cuaca yang cukup cerah dan panas membuat kami merasa tak nyaman. disitu terdapat beberapa kapal milik penduduk yang sedang bersandar. saya mengambil beberapa foto untuk dokumentasi setelah dirasa cukup, perjalanan kembali dilanjutkan.

prahu   prahu 2

kami menyusuri jalan kecil dengan aspal yang sudah hilang di sana sini. tampak di kejauhan kami melihat sebuah tanjung yang menjorok ke arah laut dengan pohon-pohon yang kering dan sebuah gasebo. kami semakin semangat untuk segera menuju kesana. kami menemukan pertigaan dengan lapangan dan sekolah di sebelah kanan. namun kami harus kecewa karena jalan menuju tempat itu ditutup karena ada acara hajatan salah satu warga sekitar. daripada menganggur kami segera melanjutkan jalan, terus menyusuri pinggir pantai tanpa tujuan. karena rasa penasaran yang sangat kami tak tau arah hanya mengikuti jalan kecil yang entah berujung dimana.

beberapa kali berhenti untuk sekedar turun dari motor dan ingin menyentuh air laut. dan ternyata pantai yang berbatu ini banyak terdapat hewan kerang kecil (lupa namanya apa) yang dulu ketika saya sd sering membelinya dan perlu di tiup agar kerang keluar dari cangkangnya.

 

pantai berbatu

biruuuu

dan akhirnya kami harus berbalik arah. karena lapar kami menghentikan motor dan mencari tempat untuk membuka bekal kami. sebuah gubuk milik penduduk, dipinggir pantai, dan di bawah pohon asam besar dan ada sebuah dipan bambu kecil, hmmm. .perfect place buat orang pacaran. hihihi. sebungkus batagor yang kami bawa dari sumenep ludes di hajar dua orang yang kelaparan. hahaha. setelah makan, saya sempatkan untuk turun ke pantai yang berbatu karang tersebut untuk sekedar mencari tahu. kami lanjutkan mencari tempat yang membuat penasaran tersebut. jalan yang tadi di gunakan sudah sepi, namun masih ada karpet yang menghalangi jalan. daripada nanti kena carok, mending saya memutar mencari jalan lain.😛

karena sungkan kami balik arah dan mencari jalan lain. akhirnya kami menemukan jalan kecil paving, dan di ujung turunan jalan rusak parah. sempat bingung mencari jalan, untungnya beberapa anak kecil mengarahkan jalan pake bahasa madura. beh, derema cong? tak paham. dan untungnya si nyonya bisa ngocak medunten.

ponjuk barat   merah merah

talango    abaikan yang merah  DSC_0059 cc

dan taraaaaaa…. kami menemukan tempat yang kami cari, sebuah tempat yang terdapat tanah lapang datar yang luas, beberapa pohon kering, dan sebuah bukit karang kecil yang terdapat gasebo dan sebuah makam yang dipagari. banyak spot yang bisa digunakan untuk berfoto. tanpa panjang lebar kami bergegas mencari spot untuk berfoto. narsis time pun dimulai….. yah emang di niati pake baju seragam, biar kayak orang-orang. biar kayak prawed prawed gituuu…

gaya biar kayak prawed gituuu

mulai dari pohon kering yang tinggal dahan dahannya, bukit kapur, hingga pantai pasir. di tempat itu sedang di bangun, entahlah dibangun apa. tampak bekas galian, material dan beberapa alat pertukangan. pantai pasirnya tidak terlalu besar, hanya beberapa ratus meter saja, dan itupun kotor, karena terdapat perkampungan di sekitar tempat ini. pantainya berupa pasir putih yang halus. mencoba beberapa spot foto, sekaligus mencoba mainan blitz baru. hihihi..

foto gila   DSC_0072 cc

DSC_0080 cc

 tak terasa langit mulai sore, dan kami harus bergegas kembali agar tidak kemalaman di jalan, meskipun kami belum puas menjajaki tempat ini. dan jam 5 kurang kami harus menyudahi jalan jalan kali ini. kami menyusuri jalan yang sama ketika berangkat. dan menyempatkan foto di tempat awal tadi ketika beristirahat, mumpung ada spot keren.

talango island

dan tak lupa mampir sholat magrib di masjid sekitar pelabuhan. tak lupa berhenti sejenak untuk foto, karena di tantang foto pada waktu gelap. akhirnya sampai di kediaman pukul 7malam. banyak spot yang lumayan lah, (subjektif/relatif sihhh).

DSC_0097 cc

DSC_0101 cc

15 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s