masjid

selamat mudik, selamat hari raya idul fitri.

idul fitri

 

bulan ramadhan sebentar lagi selesai… semoga apa yang kita dapatkan sebulan ini mendapat pahala, dan di terima.

dan hasil puasa sebulan ini menjadikan kita menjadi manusia yang sebaiknya. bagi saudara yang mudik menggunakan sepeda motor, harap berhati hati. berdoa, siapkan kendaraan, fisik, patuhi peraturan.

 

DSC_0411cc

utamakan selamat, istirahat, jangan memaksakan berjalan jika tidak memungkinkan. berhenti sejenak, sabar semenit mungkin menyelamatkan hidup anda, saudara dan orang lain. sabar kang bro… siapkan jalur alternatif, berangkat mengantisipasi macet, panas dan lain lain.

keluarga, mengharapkan kehadiran anda di rumah.

selamat idul fitri. mohon maaf lahir dan batin.

*isih ngelu mikir tangki. hahaha

Advertisements

marhaban ya ramadhan…

selamat datang bulan ramadhan.
maaf, beribu maaf. blog alakadarnya ini kembang kempis. karena adanya kesibukan lain. saya merasa punya banyak hutang.. karena sudah di masukkan agregator oleh pak ketu jatimotoblog. kang heri…

image

padahal stok artikel banyak.
maaf, beribu maaf. mari kita sambut bulan ramadhan ini dengan suka cita. semoga menjadi bulan ramadhan yang lebih baik… aminn….

masjid jami’ – keraton sumenep

(lanjutan) masih di hari yang sama. stelah kembali dari pantai badur, jalan jalan wisata di lanjutkan di kota.

shalat duhur di masjid masjid jami sumenep sekalian  yang menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat sumenep. sudah berkali kali mampir, dan baru saya buatkan artikel. hehe. dan yang menjadi ciri khas uniknya adalah gerbang masuk masjid yang indah.

menurut info yang saya dapatkan dari wikipedia

DSC_0353 cc

Masjid jamik panembahan Somala atau lebih dikenal dengan sebutan Masjid Jamik Sumenep merupakan salah satu bangunan 10 masjid tertua dan mempunyai arsitektur yang khas di Nusantara. Masjid Jamik Sumenep saat ini telah menjadi salah satu landmark di Pulau Madura. Dibangun Pada pemerintahan Panembahan Somala. Penguasa Negeri Sungenep XXXI, dibangun setelah pembangunan Kompleks Keraton Sumenep, dengan arsitek yang sama yakni Lauw Piango.

Menurut catatan sejarah Sumenep, Pembangunan Masjid Jamik Sumenep dimulai pada tahun 1779 Masehi dan selesai 1787 Masehi. Arsitektur bangunan masjid sendiri, secara garis besar banyak dipengaruhi unsur kebudayaan Tiongkok, Eropa, Jawa, dan Madura, salah satunya pada pintu gerbang pintu masuk utama masjid yang corak arsitekturnya bernuansa kebudayaan Tiongkok. Untuk Bangunan utama masjid secara keseluruhan terpengaruh budaya Jawa pada bagian atapnya dan budaya Madura pada pewarnaan pintu utama dan jendela masjid, sedangkan interior masjid lebih cenderung bernuansa kebudayaan Tiongkok pada bagian mihrab.

masjid ini menjadi tujuan wisata religi sumenep, selain asta tinggi dan makam syeh yusuf. jadi banyak para peziarah yang berkunjung sekaligus shalat di sini.

masjid jami sumenep

gerbang masjid jami, sore hari

(more…)

sholat di kolong mal

tulisan saya yang lama, reblog.

entah untuk yang keberapa kalinya saya berkunjung di tempat yang seperti ini.dan diantara semua kunjungan ke tempat yang mirip dan diserupakan dengan tempat ini saya mempunya benang merah.bukan karena saya pernah membaca sebuah tulisan yang mirip seperti ini dan berusaha menyambung-menyambungnya.

ah sudahlah, setidaknya tulisan yang saya tulis ini bermanfaat untuk saya sendiri.sepertinya keluh kesah saya cukup bodoh. bisa dibilang mencari gula di tengah ladang garam.

tower

menara masjid raya sidoarjo

saya selalu kesulitan setiap kali saya hendak mencari sebuah tempat untuk menunaikan tugas saya sebagai manusia. shalat. dari beberapa tempat yang saya kunjungi, kebanyakan (meskipun ada beberapa yang tidak termasuk) terpencil, di sembunyikan dan tidak dianggap. pengap, kecil, antri dan tidak manusiawi. cukup ironis mungkin, diantara kemegahan bangunan bertingkat, baru, mewah dan gemerlap itu. justru tempat penting itu harus “eksis” dengan seadanya.

senja di atas masjid

terpojok di antara parkiran mobil, sempit dan pengap, dan alhamdulilah nya/untung nya. tempat itu masih ada, meskipun kebanyakan memprihatinkan. apa repotnya membuat tempat itu sedikit lebih layak, dengan mengambil beberapa meter persegi bagian luas dari mall tersebut . mungkin karena tempat tersebut tidak mendatangkan keuntungan, dibandingkan dengan tempat parkir, stand-stand, atau gerai yang menjadi inti mall tersebut. sehingga tempat tersebut adalah hal sekian yang terpikirkan ketika mereka membangun mall tersebut. nantilah kalau ada ruang kosong yang tersedia. dan itu di sempilkan di antara mobil.

mungkin juga tempat tersebut, di anggap sebagai sesuatu yang asing, musuh laten yang harus disingkirkan ketika orang diharapkan untuk melupakan akal sehatnya saat masuk mall?ketika orang dikondisikan untuk lupa dengan waktu, keadaan, dan kesadarannya menikmati kemegahan dunia dengan gemerlapnya. mungkin bukan saya saja yang merasakan hal tersebut, tapi entah mengapa semua seolah-olah diam. toh itu juga buat anda sekalian atau mungkin kita sepakat untuk membedakan urusan dunia dunia dengan urusan akhirat, baik dalam bentuk, pikiran, tempat, hingga tingkah laku kita? atau saya sendiri yang punya persepsi salah, punya persepsi yang terlalu sensitif berbeda dengan orang lain?

tidak harus besar, dingin, mewah dan penting. tapi setidaknya mereka sadar, mereka mendirikan bangunan di tengah negara dengan penduduk Islam terbesar.

saya lebih senang shalat di masjid kampung-kampung. rumah orang-orang kampung bisa dibilang sederhana.namun masjid kampung mereka lebih mewah dibandingkan dengan rumah mereka. cinta mereka kepada tuhan tidak sesederhana rumah mereka.